SEJARAH SINGKAT PMI KABUPATEN BOYOLALI
PMI Kabupaten Boyolali didirikan kurang lebih tahun 1950, merupakan bagian dari kegiatan ekstra Dinas Kesehatan Kabupaten. Saat itu kegiatan masih menempati area perkantoran Dinkes.
Pada tahun sekitar 1970an PMI membeli gedung beserta tanah yang bertempat di jalan Pandanaran No. 25 Boyalali, selanjutnya dipergunakan sebagai pusat kegiatan PMI. Selanjutnya ternyata tempat tersebut merupakan tanah bermasalah, sehingga berakhir PMI kalah dalam putusan kasasi.
UNIT TRANSFUSI DARAH
Masa lalu
Pada tahun 1 Juni 1986, dengan meningkatnya kebutuhan darah transfusi Rumah Sakit Pandanaran, maka dr Irwan selaku Direktur RS dan Ketua PMI, mendirikan unit transfusi darah di RS bekerjasama dengan PMI Surakarta. Ruang yang dipakai berdampingan ruang laboratorium. Akhirnya menempati gedung bekas laboratorium Pes samping RS.
Dengan peralatan sederhana telah melaksanakan kegiatan pengambilan donor darah sukarela, crossmatch sederhana menggunakan stick, dan penyimpanan darah pada sebuah Bloodbank.
Saat ini
Kebutuhan layanan transfusi darah masyarakat Kabupaten Boyolali dan sekitarnya saat ini mencapai 900 kolf setiap bulannya. Mitra layanan kesehatan pengguna darah donor berjumlah 20 RS/ Klinik/ Rumah Bersalin. Kebutuhan darah ini tercukupi berkat adanya 200 kelompok donor darah sukarela masyarakat boyolali.
Kualitas darah transfusi menjadi tujuan utama, dengan menggunakan peralatan canggih ELLISA dapat memilah darah dengan 4 (empat parameter), yaitu: Hepatitis B, Hepatitis C, Sipillis dan HIV-AIDS. Penyimpanan darah system rantai dingin pada 5 buah Bloodbank untuk menjamin kualitas darah sampai batas umur.
Permasalahan saat ini, ruangan-ruangan yang belum tertata sesuai dengan Standart Pelayanan Minimal. Belum adanya Sistem Informasi berbentuk blog/ Web, belum terbentuknya Club Thalasemia, leukemia, Rhesus negative.
Harapan mendatang, akan terbentuk ruangan yang terbangun berkesesuaian dengan SPM permenkes. Adanya Blog/Web yang mudah diakses masyarakat, standarisasi ISO terlaksana tahun 2017. Adanya trombocyt yang mampu memilah trombosit untuk kebutuhan transfusi penderita Demam Berdarah. Serta alat NAT (Nucleic Acid Tes) yang mempunyai kemempuan deteksi penyakit HIV meskipun berada pada window periode.
KLINIK PRATAMA
Sejarah
Balai Pengobatan PMI Kabupaten Boyolali berdiri diprakarsai oleh dr. Daniel Sudharma, sebagai salah satu unit usaha PMI. Pada tahun 2005 BP PMI yang masih bertempat di Jl. Pandanaran, Boyolali. Ini diresmikan dan berkembang dengan layanan kesehatan yang lain.
Tahun 2013, berubah menjadi Klinik Pratama PMI Kabupaten Boyolali. Dengan layanan, antara lain Poliklinik Umum, Poliklinik Gigi, Fisioterapi, Akupuntur, KIA KB dan Cek laboratorium sederhana. Mendukung Visi Bupati Boyolali "Pro Investasi", layanan ini tahun 2015 bekerjasama dengan PT PAN Brother's untuk melayani Pekerja dengan Klinik Inhouse. Bertujuan mengurangi angka kesakitan pada pekerja dan meningkatkan produktivitas.
KLINIK PRATAMA PMI BOYOLALI
1. BAGAIMANA SEJARAH BERDIRINYA KLINIK "PRATAMA" PMI KAB. BOYOLALI
Klinik Pratama PMI Kab. Boyolali berdiri bermula dari impian salah satu pengurus PMI, yi dr. Daniel Sudharma agar PMI memiliki bisa memiliki Rumah Sakit seperti PMI Bogor saat itu.
Diawali dari kerelaan dr. Daniel Sudharma, dengan dr. Maria untuk memulai praktek partikelir di PMI yang saat itu masih berkantor di Jl. Pandanaran, Boyolali. Tahun 2005 berdirilah Balai Pengobatan PMI Kab. Boyolali dengan dr. Daniel Sudharma sebagai Kepala BP nya. Mulai tahun 2008 ada penambahan pelayanan yaitu Fisioterapi
Bulan Juni 2013 Balai Pengobatan PMI Kab. Boyolali berubah menjadi Klinik Pratama "PMI" Kab Boyolali. Klinik Pratama merupakan klinik yang menyelenggarakan pelayanan medis dasar.
2. PROFIL
Klinik "Pratama" PMI Kab. Boyolali merupakan Klinik dibawah binaan Palang Merah Indonesia Kab. Boyolali yang berbasis social.
Memiliki ijin operasional no : 503/1528/tahun 2013 sebagai Klinik Pratama
Tujuan: Memberikan pelayanan paripurna meliputi promotif, peventif, kuratif dan rehabilitatif dengan harga terjangkau
3. JENIS PELAYANAN APA SAJA?
· Poliklinik Umum
· Poliklinik Gigi
· Fisioterapi
· Akupuntur
· ΚΙΑ ΚΒ
· Cek laboratorium sederhana
· General check up lengkap
· Pelayanan Inhealth sejak Desember 2013
· Pelayanan BPJS sejak Februari 2015
· Home vicite
· Posyandu lansia
· Kerjasama cek Golongan darah Massal di sekolahan
· Kerjasama pengobatan Massal
· Klinik Inhouse (9 bh) di PT pan Brothers sejak bulan Juni 2015
4. SUMBER DAYA MANUSIA
· DOKTER UMUM: 7 ORANG
· DOKTER GIGI: 2 ORANG
· PERAWAT: 7 ORANG
· BIDAN: 6 ORANG
· ADMINISTRASI : 3 ORANG
· ASISTEN APOTEKER : 1 ORANG
· DRIVER : 1 ORANG
· CLEANING SERVICE : 1 ORANG
· BIDAN JEJARING : 12 ORANG
5. RENCANA KE DEPAN
· Tahun 2016: Pelayanan persalinan dan immunisasi (Oktober 2016)
· Tahun 2017: Penambahan Pelayanan Poliklinik Spesial is yi Penyakit Dalam, dan Obsgin (Penga daan alat USG dan EKG)
· Pembentukan Club Thalassemia & Leukimia
· Tahun 2018: Pembentukan Klinik Hemodialisa (10 alat)