Follow Us:
thumb

SINERGI UNTUK KEWASPADAAN DINI KLB

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Boyolali terlibat aktif dalam kegiatan penguatan kader dan masyarakat dalam kewaspadaan dini terhadap penyakit yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) maupun wabah. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali dan berlangsung di Aula Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Boyolali pada 16 Juli 2025.

Kegiatan ini dihadiri dari berbagai lintas sektor, termasuk Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Petugas Puskeswan, para pengelola surveilans dari seluruh Puskesmas di Boyolali, serta relawan Surveilans Berbasis Masyarakat (SBM) dari enam desa binaan.

PMI Kabupaten Boyolali sendiri mengirimkan 12 personel sebagai peserta sekaligus berkontribusi sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Dalam sesi materi, perwakilan PMI Kab. Boyolali, M. Aziz Nugroho dan Sukardi, memaparkan peran PMI dalam pelaksanaan SBM di wilayahnya. Menurut Sukardi, kegiatan SBM yang dilakukan PMI telah berjalan secara konsisten, bahkan sejak sebelum terjadinya KLB.

“PMI Kab. Boyolali melakukan pemantauan kasus secara rutin di masyarakat dan melaporkannya setiap hari Jumat. Jika tidak ada kasus, kami sampaikan zero report. Namun jika ditemukan kasus, kami segera lakukan pelacakan, penyelidikan epidemiologi, pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dan promosi kesehatan,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dr. Puji Astuti, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan PMI dan pihak-pihak lain dalam penguatan sistem surveilans. Ia berharap pendekatan One Health — yang mengintegrasikan aspek kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan — dapat semakin kuat melalui sinergi yang melibatkan relawan SBM.

Ketua PMI Kabupaten Boyolali, H. Sunarno, SE. menyambut baik kegiatan ini sebagai momentum untuk mempererat kemitraan antar lembaga.

“PMI mendukung penuh upaya lintas sektor dalam membangun ketangguhan masyarakat menghadapi ancaman KLB. Peran relawan dan masyarakat sangat penting dalam mendeteksi dini dan mencegah penyebaran penyakit di tingkat komunitas,” ujarnya.

PMI Kabupaten Boyolali menilai kegiatan ini sebagai bentuk nyata komitmen kolaboratif untuk menciptakan sistem kesehatan masyarakat yang lebih responsif, partisipatif, dan tangguh. Ke depan, PMI akan terus memperkuat kapasitas relawan dan jejaring kerja sama guna mewujudkan Boyolali yang lebih siap menghadapi tantangan kesehatan masyarakat.


Komentar

blog comments powered by Disqus